ANGKOT
Angkot atau Angkota adalah sebuah moda transportasi perkotaan yang merujuk kepada kendaraan umum dengan rute yang sudah ditentukan. Tidak seperti bus yang mempunyai halte sebagai tempat perhentian yang sudah ditentukan, angkutan kota dapat berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang di mana saja.
Aku juga termasuk anak angkot, yang tiap pulang naik angkot, maklum belum mahir naik motor sih. Suka dukannya naik angkot itu banyak, apalagi dukanya, wih ampun deh. Tapi ya bisa apalagi, sebagai seorang pelajar yang belum mahir naik motor aku hanya dapat numpang angkot dengan ucapan terimakasih berupa uang 2000,00 rupiah, alias ongkos.
Suka duka naik angkot itu banyak, banyak dukanya. Duka pertama adalah nungguin angkotnya sampe penuh, sampe keringat bercucuran, maklum panas. Duka yang kedua harus berdesak-desakan agar angkot dapat memuat penumpang sebanyak-banyaknya, nggak peduli mau yang didalem umpel-umpelan nggak nyaman, yang penting penumpangnya banyak. Duka yang ketiga tarifnya naik karena dampak naiknya BBM.
Aku kadang atau malah sering banget kesel sama angkot, bukan karena angkot nggak ada Ac-nya, bukan. Melainkan karena angkot suka semaunya sendiri. Yah, walaupun ada kata-kata “angkot dapat berhenti di mana saja”, tapi menurutku itu juga nggak benar. Iya sih tujuannya untuk melayani masyarakat, tapi jangan seenaknya juga. Kasihan kami, para pengguna jalan lainnya.
Naik motor dibelakang angkot rasanya pengen ngerjain soal matematika aja, biar lama mikirnya. Begitu juga dengan angkot yang jalannya semaunya sendiri, jalan sana, jalan sini, berhenti sana, berhenti sini.
Angkot yang baik adalah angkot yang memapu memberikan kenyamanan bagi penumpang, dan pengguna jalan yang lain. Jadi jangan asal motong jalan aja untuk berhenti. Boleh, memang boleh, tapi kalau boleh jujur, itu sangatlah mengganggu. Usahakan tetap tertib lalu lintas, walau itu sulit.

EmoticonEmoticon