Sabtu, 14 Februari 2015

SIS SOSIS


Jangan Lebay



Aturan itu hadir buat ditaati yang tujuannya agar semua orang jadi tertib hanya itu intinya. Aturan memang baik, kalau dilaksanakan dengan sewajarnya. Tapi kalau aturan yang terlalu berlebihan itu terkesan LEBAY.

Sebagai pelajar yang bisa dibilang cukup tertib, aku setuju-setuju aja kalau aturan itu ada, tapi jangan terlalu lebay lah, woles aja. Ngomongin aturan itu nggak lengkap kalau nggak ngomongin OSIS. OSIS adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah yang bisa dibilang panjang tangan Pak Guru atau Kepsek. Tapi perlu diingat OSIS itu sama seperti DPR yang merupakan bawahan rakyat, yaitu kami para siswa.

OSIS selalu inilah itulah demi sekolah tercinta. Nggak salah sih kamu sis, tapi yang sewajarnya aja lah, nggak usah neko-neko. Hidup itu dibuat simple aja bro. Jangan mencari kesalahan orang lain. Kaya kamu bener sendiri. Waktu di organisasi sok bijak, baik dan paling bener, giliran sudah waktunya re-or sudah seperti manusia sewajarnya.Halah.

Kembali mengenai aturan, aturan di sekolah seharusnya yang normal bin formal aja jadi nggak terlalu berlebihan banget, nggak boleh inilah, nggak boleh pakai itulah, yang inilah, yang itulah, saya lelah. Tiap pagi Mereka sudah berdiri tegak, kekar bak satpam yang sedang menjaga harta dari sergapan maling, wih kalimatya. Salut aku sama kamu Sis. Tapi dulu pas kamu nggak neko-neko.

Pandangan tajam setajam silet tanpa kedipan satu detik pun, ohhh. Nggak perih tuh mata?Haha. Cerita ketika ketangkep Sosis, eh Osis. Nama disamarkan

Season 1 (Saat memakai kerudung yang langsung jadi di hari Jumat). 
Sosis :“Mbak-mbak punya kerudung yang lain?”, tanya Sosis sambil memegang kerudungku.

Mie   :“Hem”, jawabku sambil menunduk, males banget soalnya.

Sosis :“Besok ganti ya!”, tanya Sosis lagi.

Mie  :”Hem”, jawabku sambil menunduk.

Sosis :“Makasih ya Mbak”, ucap Sosis

Mie  :“Hem”, jawabku sambil menunduk.

Season 2 (Saat memakai kerudung jadi di hari Selasa). Nama tetap disamarkan.


Sosis :“Mbak-mbak besok kerudungnya ganti ya”, ucap Sosis.

Mie   :”Lha emang kerudung kaya gini nggak boleh?”, tanyaku kepada si Sosis.

Sosis :”Enggak mbak”, jawab si Sosis.

Mie   :”Emang kenapa?”, tanyaku lagi.

Sosis :”itu sudah peraturan”, jawabnya.

Nah, kalau sudah bicara kaya gitu mah aku ngrasa aku yang salah jadinya. Jadi aku mundur pelan, nggak berani tanya-tanya lagi, udah males. Tapi dalam hati masih ngedumel sendiri.

Season 3 (Saat masuk gerbang memakai jaket dan kerudung segi 4 di hari Jumat). Nama tetap disamarkan. 

Sosis  :”Mbak-mbak jaketnya tolong dilepas”, ucap Sosis. Masuk sekolah pakai jaket disuruh buka, ngrasa di supermarket aja. Tenang Sis aku nggak bakalan nyolong.

Mie  :”Hem, ni tasku tolong”, ucapku sambil meminta si Sosis membawakan tasku selagi masih melepas jaket.

Sosis :”Enggak, taruh disitu aja”, ucap Sosis sambil menunjuk ke tanah. Osis itu harusnya jadi contoh yang baik, saling membantu. Bukannya nggak mau.

Baru jalan dua sampai lima langkah udah dipanggil lagi.

Sosis :”Mbak-mbak, krudungnya bisa ganti?”, ucap Sosis.

Mie :”Nggak. Dulu juga pernah ganti, emangnya kenapa lagi?”, jawabku.

Sosis :”Warnanya mbak nggak sama”, jawab Sosis.

Mie  :”Aku dulu juga pakai ini dan baik-baik aja, dari Osis awal pertama masuk sampai Osis senior kalian”, jawabku mulai panas dan meninggalkan Sosis.

Setelah beberapa menit, aku yang merasa benar dan nggak salah datang menghampiri si Sosis.

Mie   :”Eh sis, aku nggak akan ganti kerudung lagi”, ucapku.

Sosis :”Nanti saya tanyakan”, jawab Sosis.

Mie   :”Oh ya Sis, kalau pakai kerudung juga nggak boleh kaya gitu, nggak bener namanya, jadi kalau niat pakai, ya yang bener”, ucapku kepada si Sosis balik.

Sosis  :” Iya mbak”, jawab si Sosis sambil membenarkan kerudungnya.

Mie    :”Itu masih belum bener”, ucapaku.

Sosis  :”Iya, iya mbak”, jawab Sosis. Memang anda sudah benar sendiri?, instropeksi diri lah sis.

Aku yang masih terlalu kesal dengan si Sosis, sampai kelas membaca tata tertib. Mencari peraturan tentang memakai jilbab/kerudung, dan sampai sekarang aku juga belum menemukan inti” harus menggunakan kerudung segi empat”. Kalaupun itu sudah peraturan, saya nggak mungkin masih melanggar. Dan baru kali ini dietegur. Emang peraturannya ganti-ganti ya SIS?

Jadi orang harus konsisten, jangan plin-plan dan jangan berlebihan, karena sesuatu yang belebihan itu jadi tidak baik.

Sekian cerita dari saya, seorang pelajar yang niat belajar.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar