TAKDIR ITU NYATA
Halo semua, apa kabar? Baik aja kan, haha jawab sendiri. Allhamdulillah Ulangan Tengah Semester kelar juga. Setelah satu minggu menerapkan sistim SKS alias Sistem Kebut Semalam yang sering digunakan kebanyakan siswa saat UTS, termasuk aku, dan selesai juga bergulat dengan materi pelajaran yang banyak dan bertumpuk bin nggak gampang, akhirnya kini aku bisa aman tentram lagi nonton tv, nonton film, internetan dan bebas-bebas yang lainnya, tapi tetep yang positif.
*UTS Kemarin*
Ini masih ada kaitannya dengan postingan sebelumnya yaitu tentang SOSIS. Masih inget kan, SOSIS yang ngingetin aku terus malah aku ingetin balik?, jawab aja inget. Nah itu tentang si Dia.
Takdir itu memang ada, dan tidak bisa dihindari, aku percaya itu. Apalagi aku ngalamin sendiri, udah yakin ditambah yakin. Jadi ngerasa main sinetron yang kalau kita ketemu tanpa sengaja terus nantinya ketemu lagi, ciee jodoh. Nah itu kalau perempuan sama laki, kalau perempuan sama perempuan apa dong, jodoh? Nggak lah.
Selama satu minggu UTS, aku kelas XI satu kelas sama anak kelas X, karena aku anak AK jadi anak kelas X pun juga AK. Hari pertama ada 3 mata pelajaran yaitu, Bahasa Indonesia, PPKn, dan IPS. Kern. Masuknya pun juga nggak seperti biasa, kami harus masuk siang jam setengah sepuluh. Tapi jangan ngeluh atau protes, soalnya juga nggak akan ngaruh, jadwal nggak bakal diganti, mending kita berfikir positif aja, untung pagi bukan malem. Bayangin aja kalau test jam setengah sepuluh malem, udah ngantuk, soal susah, mau tanya temen nggak bisa karena guru galak, dan akhirnya malah ditinggal tidur. Perhatian, kalau nggak kuat ngebayangin lebih baik jangan dipaksakan.
Dari sekian anak kelas X AK, aku satu meja sama Si Dia, SOSIS. Wow it’s amazing. Percaya nggak percaya, ya harus percaya. Dia duduk PAS disamping aku, pas bro, pas banget. Aku yang kurang suka sama dia pun jadi udah luntur sedikit demi sedikit rasa kurang sukaku itu, ya semua karena kita adalah partner duduk selama test. Lucu kan kalau kita satu meja dan terus dia ngomong aku cuekin aja. Aku itu nggak kaya mereka, yang suka cari kesalah orang lain padahal dianya belum tentu bener.
Dari kejadian itu aku jadi bisa ngambil hikmah ataupun pelajaran yang berharga. Bahwa Allah tidak suka dengan kebencian, maka dari itu akhirnya aku dipertemukan lagi sama Si SOSIS, dan aku pun juga udah lupa tentang hal yang kemarin, kecuali kalau dia jaga lagi di gerbang dan dia komen kerudungku yang sebenernya nggak bersalah sama sekali, ya mungkin benih-benih keKurang sukaanku pada si Dia kumat lagi. Tapi sebenernya aku nggak bermaksud lho Sis benci sama anda. Bener deh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar