Sabtu Indah
Hallo, selamat malam. Malam Minggu yang indah di hari Sabtu. Tepat banget hari ini hari Sabtu tanggal 14 Maret 2015, malam Minggu.
HBD buat yang punya blog ini, yaitu aku. Semoga panjang umur dan sehat selalu ya (*Doa sendiri). Amin. Hari ini adalah hari yang berbeda dalam hidup aku, bukan karena aku makan pakai kaki lho, bukan. Hari ini adalah tepat hari dimana aku dilahirkan oleh seorang ibu, ibu yang sangat baik dan penyayang (*maaf kali ini bukan peres).
Hari dimana aku menjadi lebih dewasa alias rada tua. Aku mulai memasuki umurku yang ke-17. Gilak cepet banget. Perasaan, baru kemarin lulus SD udah gede aja. Umur sih boleh tua, tapi jiwa tetep orisinil. Maksudnya?
Jujur, di umurku yang ke-17 ini aku belum sepenuhnya siap lahir batin, belum siap punya KTP, SIM, dan ikut coblosan di pemilihan Presiden atau bupati. Soalnya aku masih awam banget, nggak tau apa-apa. Aku masih polos.
Ucapan terimakasih aku tujukkan kepada Allah karena sudah memberi kepercayaan kepada aku untuk terus menjalani hidup. Kedua, untuk kedua orang tuaku yang telah membiayai kebutuhanku agar tetap terus hidup. Ketiga, buat teman-temanku yang sudah menemaniku hidup di dunia ini, khususnya buat TINA, Titin dan Vina.
Terimakasih untuk kedua orang itu (TINA) yang telah repot-repot datang ke rumah dan membuat rumahku kotor dengan taburan tepung, dan membuatku terpaksa harus kramas dan mandi 3 kali dalam sehari. Kejutannya sukses, sampai aku nggak terkejut (*efek ibuk keceplosan, haha).
Makasih semua, udah do’ain yang baik-baik, aku bersyukur bahwa nggak ada yang do’ain yang jelek-jelek, seperti “moga aja besok makan pakai kaki”. Jangan, pamali. Jujur, aku seneng, seneng banget ada yang kaya gitu ke aku. Dan maaf, nggak bisa kasih emas dan berlian kepada kalian, aku Cuma bisa ucapin terimakasih yang sebesar-besarnya. Ucapan terimakasih itu nggak kalah besar sama ukuran gunung gandul di Wonogiri.
HBD buat yang punya blog ini, yaitu aku. Semoga panjang umur dan sehat selalu ya (*Doa sendiri). Amin. Hari ini adalah hari yang berbeda dalam hidup aku, bukan karena aku makan pakai kaki lho, bukan. Hari ini adalah tepat hari dimana aku dilahirkan oleh seorang ibu, ibu yang sangat baik dan penyayang (*maaf kali ini bukan peres).
Hari dimana aku menjadi lebih dewasa alias rada tua. Aku mulai memasuki umurku yang ke-17. Gilak cepet banget. Perasaan, baru kemarin lulus SD udah gede aja. Umur sih boleh tua, tapi jiwa tetep orisinil. Maksudnya?
Jujur, di umurku yang ke-17 ini aku belum sepenuhnya siap lahir batin, belum siap punya KTP, SIM, dan ikut coblosan di pemilihan Presiden atau bupati. Soalnya aku masih awam banget, nggak tau apa-apa. Aku masih polos.
Ucapan terimakasih aku tujukkan kepada Allah karena sudah memberi kepercayaan kepada aku untuk terus menjalani hidup. Kedua, untuk kedua orang tuaku yang telah membiayai kebutuhanku agar tetap terus hidup. Ketiga, buat teman-temanku yang sudah menemaniku hidup di dunia ini, khususnya buat TINA, Titin dan Vina.
Terimakasih untuk kedua orang itu (TINA) yang telah repot-repot datang ke rumah dan membuat rumahku kotor dengan taburan tepung, dan membuatku terpaksa harus kramas dan mandi 3 kali dalam sehari. Kejutannya sukses, sampai aku nggak terkejut (*efek ibuk keceplosan, haha).
Makasih semua, udah do’ain yang baik-baik, aku bersyukur bahwa nggak ada yang do’ain yang jelek-jelek, seperti “moga aja besok makan pakai kaki”. Jangan, pamali. Jujur, aku seneng, seneng banget ada yang kaya gitu ke aku. Dan maaf, nggak bisa kasih emas dan berlian kepada kalian, aku Cuma bisa ucapin terimakasih yang sebesar-besarnya. Ucapan terimakasih itu nggak kalah besar sama ukuran gunung gandul di Wonogiri.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar